Saturday, 2 April 2016

Kumo Desu ga, Nani ka? S1

 Akhirnya dapet akses internet, tapi untuk sementara..

S1. Hari Dimana Hari-hari Biasa Berakhir


Hari itu, hanyalah hari seperti biasa.
Aku pergi ke sekolah, makan dengan teman-temanku, hadiri kelas, saat kupulang main game, makan, mandi, dan kemudian tidur.
Harusnya hari-hari biasa seperti itu.



Dihari itu, Gue sambil ngucek-ngucek mata sambil ngantuk pergi ke sekolah.
Dikarenakan kemarin main game online sampai larut malam.
Untungnya, Gue bisa join bareng party dengan Hage-san (ハゲさん) sampai Gue lupa waktu dan akhirnya main semalaman. (TLN: Botak-san)

Hage-san yang Gue sebut barusan adalah player terkenal di game online yang Gue mainin.
Seperti namanya, orang yang menggunakan kepala Hage om-om kasar sebagai avatarnya, seorang free-player yang membuang romantisme dan mengontrol karakter yang hebat dengan tekhnik yang berskill digaris depan.

Karena dia jarang ngomong, banyak player yang tertarik padanya.
Gak bisa apa-apa lagi kalau Gue keasikan main karena bisa main bareng dengan Hage-san yang terkenal.

Saat sampai disekolah, Aku tahan ngantukku dan masuk ke kelas.

「 Pagi 」
「 Selamat Pagi 」
「 Ossu... Kenapa? Kau kelihatan ngantuk 」

Gue sapa balik temen sekelas Gue, Sasajima Kyouya dan Ooshima Kanata.
Mereka berdua main game yang sama dengan Gue, ini yang namanya temen gamer.

「 Ou, denger dan terkejutlah. Kemarin, Gue main separty dengan Hage-san 」
「 Beneran!? 」
「 Ou, Bener bener. Kami hampir berhasil selesaiin questnya karena dia 」
「 Uwaa. Beneran. Apa yang itu? Yang Gue keluar setelahnya 」

Gue bermain dengan Kanata sampai sekitar setengah jalan.
Tapi, Dia log out karena sudah malam.

「 Sialan. Kalau gitu harusnya main terus aja 」

Kanata kelihatannya beneran kesel.
Tapi, kalau Kanata tidak keluar dari party, Aku tidak bisa main dengan Hage-san.

「 Gimana rasanya, bisa deket banget dengan Hage-san? 」

Ditanya Kyouya, Gue keinget penampilan Hage-san yang gagah.

「 Itu bukan manusia. Maju sambil menghindari sihir Besbel Witch dengan sempurna, percaya gak? 」

Besbel Witch adalah boss di dungeon berlevel tinggi dan orang ini gila juga.
Di internet namanya 「 Game Lain 」 「 Barrage 」 karena saking banyaknya serangan sihir yang bisa ditembaknya berturut-turut. (TLN : Barrage artinya tembakan beruntun, contohnya : ditembakin senapan api terus-terusan)
Boss ini yang bikin masalahnya adalah sihirnya gak abis-abis.
Tidak ada celah untuk menyerang dan kalau dibiarin, dia akan terus nembakin sihirnya.
Biasanya, kau harus meningkatkan pertahanan sihir lalu serang dengan resolusi untuk mati bersama, atau pakai tameng untuk mereka yang dibelakang dan tembaki dengan sihir.

Tapi si Hage-san, ia maju tepat didepannya, sambil menghindari semua sihir yang ditembakkan dan lompat kearahnya dan memotong dadanya.
Sangat menegangkan.
Mulut Gue sampai mangap ngeliatin itu.

「 Seperti yang diduga dari Hage-san. Nama lainnya Idaten(韋駄天) bukan cuman hiasan 」
「 Tidak, gak mungkin ada orang yang bisa secepat itu tanpa beberapa skill. Pada akhirnya, dibutuhkan skill untuk melakukan gerakan seperti itu 」

Kanata bilang seperti itu sambil memukul tangannya.
Memang, meskipun dengan status yang sama, peralatan yang sama, Kayaknya gak bisa menyerupai Hage-san.

「 Ahh. Pengen jadi lebih jago~ 」
「 Mau naikin level habis sekolah? 」
「 Boleh 」
「 Gue juga setuju. Ayo sebanyak mungkin training ditempat yang lebih susah! 」

Pas disaat kami selesai ngobrol, lonceng berbunyi.
Kami misah dan duduk di bangku masing-masing.
Tanpa mengetahui janji itu tidak akan terpenuhi.




「 Huh? 」

Gue mulai siap-siap untuk kelas setelah duduk, dan Gue menyadari bahwa tempat pensil Gue gak ada di tas.
Oh iya, Gue inget habis memakainya untuk merangkum informasi tentang game itu di buku.
Mungkin waktu itu lupa dimasukin ke tas.

「 Hadeeehh 」
「 Ada apa? 」

Orang yang menjawab suara Gue adalah Hasebe Yuika, gadis yang duduk disebelah Gue.

「 Lupa tempat pensil 」
「 Aryarya. Mau apa lagi. Aku akan pinjamin aja ya 」

Hasebe bilang gitu dan memberikan pensil mekanik dan penghapus.

「 Maaf 」
「 Umu. Ngutang permen satu 」
「 Gak gratis nih 」

Gue terima dengan senyuman pahit dan melambaikan tanganku.
Demikian juga, sebuah janji yang tidak mungkin bisa terpenuhi.



Kemudian, waktu itu datang.

Terjadinya disaat pelajaran Bahasa Jepang.
Ngantuk.
Gue berantem melawan ngantuk yang sangat.
Didepan, berdiri seorang guru kecil yang dipanggil dengan panggilan Oka-chan yang menyebutkan kanji dari buku paketnya.
Hampir semua siswanya menurunkan pandangan mereka kearah buku yang ada diatas meja mereka.

Gue lawan ngantuknya dengan putus-asa dan gak sengaja ngangkat kepala.
Didepan mata ada seorang siswa gadis duduk di bangku depap-kiri.
Itu orang yang disebut Rihoko (リホ子).
Bukan nama aslinya.
Real Horror Child (リアルホラー子), singkatannya Rihoko. (TLN: Bocah horror beneran)

Ia wanita yang bikin ngeri yang sangat kurus dengan wajah pucat dan selalu memiliki ekspresi muka yang suram.
Gue gak mau ngomong buruk tentangnya, tapi rasa yang gak pas dateng sendiri meskipun Gue ngerti.
Rihoko tidur terang-terangan seperti ia cengengesan kearah Gue, yang ngelawan ngantuk.
Sambil merasa gak enak, Gue tengok arah selain Rihoko.

Itu.. ada sesuati disitu.

Itu adalah retakan.
Gue mungkin satu-satunya yang menyadarinya di kelas ini.
Tepat ditengah-tengah kelas, diatas, ada retakan muncul dimana harusnya tidak ada apa-apa.
Tidak ada kata lain yang bisa menjelaskannya selain Retakan.
Terlebih, ukuran mulai membesar.
Retakannya terlihat akan segera hancur.

Meskipun Gue melihatnya, Gue gak bisa melakukan apa-apa sambil melihatnya.
Hasilnya mungkin tidak berubah meskipun Gue melakukan sesuatu....

Retakannya hancur dengan hebat.
Diwaktu yang sama terasa sakit yang amat sangat.

Kemudian, Gue, Kami, Mati


Chapter sebelumnya

No comments:

Post a Comment